Sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel kembali menjadi sorotan setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dalam operasi yang dikenal sebagai “Badai al-Aqsa”, Hamas menembakkan ribuan roket ke berbagai wilayah Israel, dan sebagian di antaranya dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan tersebut.
Iron Dome selama ini dikenal sebagai salah satu sistem pertahanan rudal paling efektif di dunia. Dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dengan dukungan Amerika Serikat, sistem ini dirancang untuk mencegat ancaman jarak pendek seperti roket, mortir, dan pesawat tanpa awak.
Sejak mulai dioperasikan pada 2011, Iron Dome telah digunakan untuk melindungi wilayah Israel dari serangan yang berasal dari Gaza dan Lebanon Selatan. Sistem ini terdiri dari tiga komponen utama, yakni radar pendeteksi, sistem kontrol dan komando, serta peluncur rudal pencegat (interceptor).













