Kolaka, 18 Juli 2026 – Membangun masyarakat yang sehat tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga dimulai dari perubahan perilaku. Berangkat dari semangat tersebut, PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali menggelar kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kelurahan Puundoho, Kecamatan Baula, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sosial Lingkungan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa dalam mewujudkan Kolaka Sehat, Bersih dan Berdaya, dengan fokus pada edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).
Sr. Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani, mengatakan tema penanggulangan DBD dan TBC di Kelurahan Puundoho dipilih bukan karena wilayah tersebut memiliki kasus terbanyak.
“Tema penanggulangan DBD dan TBC di Kelurahan Puundoho sengaja dipilih, bukan karena wilayah tersebut paling banyak kasus DBD dan TBC, namun pemilihan tema tersebut dinilai relevan dengan program Promkes yang selama ini kita jalankan, walaupun kasus TBC dan DBD di Kelurahan Puundoho ini angkanya juga tidak signifikan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut penting dilakukan sebagai bekal pengetahuan bagi masyarakat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Saat ini, bukan hanya di Kolaka tapi di seluruh Indonesia cuaca tidak menentu, olehnya itu sosialisasi ini kita juga mengedukasi masyarakat agar waspada musim hujan yang terkadang banyak penyakit bermunculan, termasuk DBD,” ujarnya.
Selain mengedukasi masyarakat mengenai DBD, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan PT Vale IGP Pomalaa terhadap program pemerintah dalam upaya eliminasi TBC pada tahun 2030.
“PTVI IGP Pomalaa juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk pembebasan TBC nanti di 2030,” terangnya.
Menurut dr. Aditya, edukasi mengenai TBC tidak hanya berhenti pada upaya pencegahan, tetapi juga mendorong masyarakat yang telah terdiagnosis agar menjalani pengobatan secara disiplin hingga tuntas.
“Harapannya, sosialisasi ini bukan hanya pencegahan, karena sudah rutin kita sosialisasikan memberikan edukasi. Tapi penekanan yang utama kita menyampaikan terkait pengobatan, supaya orang-orang yang terkena TBC walaupun gejalanya ringan, agar tetap rutin berobat selama 6 bulan sesuai arahan dokter supaya memang bisa sembuh total. Karena kalau tidak, ya dia berpotensi menularkan ke orang ataupun kumannya menular ke organ tubuh lainnya yang bisa sifatnya lebih berbahaya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdapat sembilan kasus DBD di wilayah kerjanya. Dua pasien sempat menjalani perawatan di RSBG Kolaka, sedangkan di Kelurahan Puundoho tercatat satu kasus dan seluruh pasien telah dinyatakan sembuh.
Untuk menekan angka penyebaran DBD, Puskesmas Baula terus melakukan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi PHBS bersama PT Vale IGP Pomalaa, pelaksanaan fogging di sekitar rumah penderita, hingga pembagian obat pembasmi jentik nyamuk.
Ia juga mengapresiasi komitmen PT Vale Indonesia IGP Pomalaa yang secara konsisten mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan.
“Alhamdulillah dengan adanya PT Vale yang mengadakan kegiatan-kegiatan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih pengetahuan tentang pencegahan penyakit melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sehingga mereka bisa terapkan di keluarga masing-masing. Kemudian dengan adanya dukungan dari PT Vale sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan bersih,” tutupnya.













